“Bersyukur” satu kata yang dapat saya ambil dari apa yang saya
pelajari hari ini, ternyata dari satu kata tersebut banyak pelajaran yang bisa
dipetik dan memacu diri saya untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
Terkadang tanpa kita sadari, setiap harinya banyak hal yang selalu kita
keluhkan, baik itu dari segi ekonomi, transportasi, pendidikan, lifestyle, dll.
Padahal jauh dibelahan bumi yang lain, masih banyak orang-orang yang keadaannya
amat sangat memprihatinkan.
Apa yang telah kita dapati hari ini, patutnya kita
syukuri, karena itu menandakan, Sang Maha Kuasa, masih mengizinkan kita untuk
menikmati apa yang telah Ia ciptakan. Terkadang kita memang merasa selalu
kekurangan, dan tak pernah puas terhadap apa yang telah kita dapatkan, bahkan
terkadang kita juga sempat merasa bahwa Yang Maha Kuasa tidak adil kepada kita,
padahal sebenarnya kita perlu intropeksi diri, dan menanyakan kepada diri kita
sendiri apakah usaha kita telah maksimal untuk mencapai apa yang kita inginkan.
Kita juga harus intropeksi diri, apakah kita sudah berbuat baik terhadap
lingkungan sekitar atau belum.
Misalnya saja di dalam kehidupan sehari-hari, jika kita
menginginkan suatu barang hendaknya kita fikirkan masak-masak, apakah barang
tersebut benar-benar dibutuhkan untuk menunjang produktivitas kita atau hanya
menunjang gaya hidup dan gengsi semata saja. Mengapa demikian ??? karena, jika
barang yang kita beli ternyata tidak berguna banyak bagi kehidupan kita, atau
bahkan sampai tak ada gunanya bagi kita, itu sama saja kita telah menghamburkan-hamburkan
uang hanya untuk kepuasan kita saja, padahal jika kita menengok ke sekitar
kita, masih banyak orang-orang yang dengan bersusaha payah membanting tulang
hanya untuk sesuap nasi. Sedangkan kita dengan mudahnya menghambur-hamburkan
uang yang telah kita dapatkan hanya untuk memenuhi sifat konsumerisme kita
semat. Harusnya kita bersyukur kepada
Sang Maha Pemberi Rizki, atas rizki yang telah diberikan kepada kita, dengan
cara berbagi kepada sesama yang membutuhkan. Hal tersebut jauh lebih bermanfaat
ketimbang harus menghamburkan uang untuk membeli sesuat yang belum tentu
benar-benar kita perlukan.
Selain “bersyukur” ada pelajaran lain yang dapat diambil,
yaitu kesetiaan seorang anjing / peliharaan yang lainnya, Terlepas dari
pandangan orang-orang bahwa anjing itu najis, haram, kotor, dan yang lainnya,
tetapi kesetiaan dan loyalitas seorang anjing terhadap pemiliknya perlulah kita
contoh. Misalnya saja, seekor anjing yang telah lama dipelihara dan sudah
dianggap sebagai bagian dari anggota keluarga, jika dibuang dipinggir jalan
atau ditempat yang jauh sekalipun, anjing itu pasti akan kembali lagi.
Kisah anjing tersebut, sebenarnya dapat direalisasikan dalam
kehidupan sehari-hari, misalnya saja, jika kita mempunyai usaha yang bergerak
dalam bidang industri, dan mempekerjakan beberapa karyawan, setidaknya sebagai
seorang pemimpin kita harus loyal terhadap bawahan kita, misalnya saja dengan
memberikan tunjangan hari raya / bonus kepada karyawan kita yang memiliki
prestasi yang dapat membantu produktivitas
dan kemajuan perusahaan. Selain itu dengan memberikan hak-hak para karyawan dan
menghargai mereka sebagai partner kerja, dan bukan semata-mata sebagai budak
yang diperas tenaganya saja, tanpa memeberikan hak-hak mereka sepenuhnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar