Wikipedia

Hasil penelusuran

Selasa, 16 April 2013

Arti dari rasa "Syukur" & "Kesetiaan"

“Bersyukur” satu kata yang dapat saya ambil dari apa yang saya pelajari hari ini, ternyata dari satu kata tersebut banyak pelajaran yang bisa dipetik dan memacu diri saya untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Terkadang tanpa kita sadari, setiap harinya banyak hal yang selalu kita keluhkan, baik itu dari segi ekonomi, transportasi, pendidikan, lifestyle, dll. Padahal jauh dibelahan bumi yang lain, masih banyak orang-orang yang keadaannya amat sangat memprihatinkan. 

Apa yang telah kita dapati hari ini, patutnya kita syukuri, karena itu menandakan, Sang Maha Kuasa, masih mengizinkan kita untuk menikmati apa yang telah Ia ciptakan. Terkadang kita memang merasa selalu kekurangan, dan tak pernah puas terhadap apa yang telah kita dapatkan, bahkan terkadang kita juga sempat merasa bahwa Yang Maha Kuasa tidak adil kepada kita, padahal sebenarnya kita perlu intropeksi diri, dan menanyakan kepada diri kita sendiri apakah usaha kita telah maksimal untuk mencapai apa yang kita inginkan. Kita juga harus intropeksi diri, apakah kita sudah berbuat baik terhadap lingkungan sekitar atau belum.

Misalnya saja di dalam kehidupan sehari-hari, jika kita menginginkan suatu barang hendaknya kita fikirkan masak-masak, apakah barang tersebut benar-benar dibutuhkan untuk menunjang produktivitas kita atau hanya menunjang gaya hidup dan gengsi semata saja. Mengapa demikian ??? karena, jika barang yang kita beli ternyata tidak berguna banyak bagi kehidupan kita, atau bahkan sampai tak ada gunanya bagi kita, itu sama saja kita telah menghamburkan-hamburkan uang hanya untuk kepuasan kita saja, padahal jika kita menengok ke sekitar kita, masih banyak orang-orang yang dengan bersusaha payah membanting tulang hanya untuk sesuap nasi. Sedangkan kita dengan mudahnya menghambur-hamburkan uang yang telah kita dapatkan hanya untuk memenuhi sifat konsumerisme kita semat.  Harusnya kita bersyukur kepada Sang Maha Pemberi Rizki, atas rizki yang telah diberikan kepada kita, dengan cara berbagi kepada sesama yang membutuhkan. Hal tersebut jauh lebih bermanfaat ketimbang harus menghamburkan uang untuk membeli sesuat yang belum tentu benar-benar kita perlukan.

Selain “bersyukur” ada pelajaran lain yang dapat diambil, yaitu kesetiaan seorang anjing / peliharaan yang lainnya, Terlepas dari pandangan orang-orang bahwa anjing itu najis, haram, kotor, dan yang lainnya, tetapi kesetiaan dan loyalitas seorang anjing terhadap pemiliknya perlulah kita contoh. Misalnya saja, seekor anjing yang telah lama dipelihara dan sudah dianggap sebagai bagian dari anggota keluarga, jika dibuang dipinggir jalan atau ditempat yang jauh sekalipun, anjing itu pasti akan kembali lagi.

Kisah anjing tersebut, sebenarnya dapat direalisasikan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya saja, jika kita mempunyai usaha yang bergerak dalam bidang industri, dan mempekerjakan beberapa karyawan, setidaknya sebagai seorang pemimpin kita harus loyal terhadap bawahan kita, misalnya saja dengan memberikan tunjangan hari raya / bonus kepada karyawan kita yang memiliki prestasi yang dapat membantu  produktivitas dan kemajuan perusahaan. Selain itu dengan memberikan hak-hak para karyawan dan menghargai mereka sebagai partner kerja, dan bukan semata-mata sebagai budak yang diperas tenaganya saja, tanpa memeberikan hak-hak mereka sepenuhnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar