Ada berbagai macam
tantangan sosial yang sering kita hadapi dalam lingkungan Manajemen Sumber Daya
Manusia, diantaranya :
Tantangan Keberagaman SDM
Banyaknya keberagaman yang ada di Indonesia merupakan salah
satu tantangan yang mau tidak mau harus dihadapi oleh semua orang, khususnya
kita yang ingin menjadi Sumber Daya Manusia yang kompetitif dan berkualitas.
Misalnya saja jika kita berada di dalam sebuah tim di suatu perusahaan, dan
didalam tim kita tersebut, pastinya masing-masing individu memiliki
karakteristik yang berbeda-beda, nah disinilah letak permasalahannya yang harus
kita hadapi yaitu, bagaimana membuat kerjasama yang baik, kompak, agar tercapai
tujuan yang diahrapkan. Dalam menyikapi perbedaan tersebut tentunya kita harus
profesional dalam bertindak. Tidak membeda-bedakan dan harus adil.
Tantangan Teknologi
Semakin maju dunia ini, maka semakin maju pula teknologi yang
diciptakan oleh para ahli untuk membantu
mempermudah pekerjaan manusia. Misalnya saja dalam dunia telekomunikasi, yang
dulunya handphone merupakan barang yang langka dan “wah”yang hanya dimiliki
oleh orang-orang “berduit”, tapi sekarang mustahil rasanya kalau didalam satu
keluarga tak ada yang memiliki handphone. Begitu pula dengan fungsi handphone
itu sendiri, yang awalnya diciptakan hanya untuk telepon & mengrim SMS
saja, sekarang handphone mulai berevolusi menjadi smartphone yang memiliki
lebih banyak fungsi, mulai dari mengirim e-mail, mengerjakan tugas
kantor/kuliah, chatting, browsing, sebagai peta, dll. Nah dengan kemajuan
teknologi tersebut, mau tidak mau kita harus ikut ambil dalam kemajuan
tersebut, jangan sampai kita menjadi orang “gaptek” yang tdak mengerti dengan
kecanggihan teknologi yang ada. Misalnya jika kita melamar di sebuah perusahaan
. paling tidak kita harus mengetahui dan mempelajari teknologi apa yang
digunakan perusahaan tersebut dalam kegiatan operasionalnya.
Tantangan Ekonomi
Di negara berkembang seperti Indonesia ini, naik turunnya
tingkat inflasi akan amat sangat berdampak bagi tinggi rendahnya pengangguran
di Indonesia. Ini dikarenakan, jika harga-harga barang kebutuhan naik, maka
permintaan terhadap barang-barang tersebut akan turun, dan akan mengakibatkan
berkurangnya jumlah produksi serta mengurangi pendapatan dari perusahaan, dan
biasanya untuk menutupi kerugian di perusahaan, para pemilik perusahaan akan
melakukan tindakan Pemutusan Hubungan Kerja alias PHK kepada sejumlah
karyawannya. Biasanya PHK di berikan kepada karyawan yang produktifitasnya
rendah. Sedangkan bagi karyawan yang memiliki produktifitas dan loyalitas yang
tinggi kepada perusahaan, kemungkinan besar akan tetap dipertahankan. Nah
disinilah tantangan yang perlu kita hadapi yang disebabkan oleh kacaunya
perekonomian disebuah negara. Jika kita ternasuk dalam kategori yang tidak di
PHK, maka bersyukur lah kita dan sebaiknya hal tersebut dijadikan motivasi
untuk lebih profesional dan produktif lagi dalam memajukan perusahaan tempat
kita bekerja. Sedangkan jika kita termasuk kedalam golongan orang-orang yang di
PHK, ada baiknya kita berintrospeksi diri,dan merenungkan mengapa kita menjadi
salah satu bagian dari orang yang terkena PHK. Akan tetapi jika kita memang SDM
yang berkualitas seharusnya kita tidak terlalu lama bersedih, karena waktu itu
terus berputar dan perut itu membutuhkan sesuap nasi agar otak kita mampu
berfikir lebih jernih. Jadi jika kita harus bangkit dan mencari solusi,
disinilah potensi diri kita di ukur. Sejauh mana kita bisa bertahan dengan
keadaan ekonomi yang kacau balau
tersebut.
Tantangan Pemerintah
Jika dilihat dari sistim pemerintahaan kita yang menganut
sistim presidensil, alias dimana kekuasan suatu negara dipegang penuh oleh
presiden. Tantangan berat itu terletak pada kebijakan-kebijakan yang dibuat
oleh pemerintah. Misalnya saja, jika kita ingin melamar menjadi Calon PNS
(Pegawai Negeri Sipil) disalah satu department pemerintah, banyaknya syarat
& test seleksi yang diajukan amat sangat rumit, mulai dari seleksi
administrasi yang ketat, test kesehatan, tes psikotest, tes wawasan, dan
biasanya tinggi badan pun tak luput dari seleksi tersebut, ini memeang akan
menjadi boomerang bagi mereka yang tidak biasa berepot-repot mengurus
berkas-berkas administrasi yang begitu ruwet, akan tetapi, tanpa kita sadari,
pada saat itulah kita bisa mengukur sejauh mana kemampuan kita dalam menghadapi
dan melakoni sebegitu banyaknya test dan persyaratan yang diajukan.
Bagi kalian yang terbiasa bersusah-susah dan mempunyai jiwa
optimis yang tinggi, maka berbangga hati lah kalian, karena biasanya
orang-orang yang seperti itulah yang akan lolos seleksi dengan predikat
“jujur”. Akan tetapi, sebaliknya, jika kalian termasuk orang yang ingin
gampangnya aja, alias ambil jalan pintas, maka bersiap-siaplah mendapat gelar
“calon koruptor”, mengapa demikian ?? karena biasanya orang-orang yang seperti
itulah yang akan membawa bangsa ini kedalam jurang kehancuran.
Jadi ada baiknya kalau kita menghadapi segala macam tantangan
dengan jiwa optimistis dan profesional. karena hanya dengan sifat itulah kita
mampu bersaing dengan segala macam tantangan yang menghalangi jalan kita dalam
mencapai kesuksesan yang ingin kita capai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar