Wikipedia

Hasil penelusuran

Selasa, 16 April 2013

Menghadapi "Tantangan Sosial"


Ada  berbagai macam tantangan sosial yang sering kita hadapi dalam lingkungan Manajemen Sumber Daya Manusia, diantaranya :
Tantangan Keberagaman SDM
Banyaknya keberagaman yang ada di Indonesia merupakan salah satu tantangan yang mau tidak mau harus dihadapi oleh semua orang, khususnya kita yang ingin menjadi Sumber Daya Manusia yang kompetitif dan berkualitas. Misalnya saja jika kita berada di dalam sebuah tim di suatu perusahaan, dan didalam tim kita tersebut, pastinya masing-masing individu memiliki karakteristik yang berbeda-beda, nah disinilah letak permasalahannya yang harus kita hadapi yaitu, bagaimana membuat kerjasama yang baik, kompak, agar tercapai tujuan yang diahrapkan. Dalam menyikapi perbedaan tersebut tentunya kita harus profesional dalam bertindak. Tidak membeda-bedakan dan harus adil.

 Tantangan Teknologi
Semakin maju dunia ini, maka semakin maju pula teknologi yang diciptakan oleh para ahli  untuk membantu mempermudah pekerjaan manusia. Misalnya saja dalam dunia telekomunikasi, yang dulunya handphone merupakan barang yang langka dan “wah”yang hanya dimiliki oleh orang-orang “berduit”, tapi sekarang mustahil rasanya kalau didalam satu keluarga tak ada yang memiliki handphone. Begitu pula dengan fungsi handphone itu sendiri, yang awalnya diciptakan hanya untuk telepon & mengrim SMS saja, sekarang handphone mulai berevolusi menjadi smartphone yang memiliki lebih banyak fungsi, mulai dari mengirim e-mail, mengerjakan tugas kantor/kuliah, chatting, browsing, sebagai peta, dll. Nah dengan kemajuan teknologi tersebut, mau tidak mau kita harus ikut ambil dalam kemajuan tersebut, jangan sampai kita menjadi orang “gaptek” yang tdak mengerti dengan kecanggihan teknologi yang ada. Misalnya jika kita melamar di sebuah perusahaan . paling tidak kita harus mengetahui dan mempelajari teknologi apa yang digunakan perusahaan tersebut dalam kegiatan operasionalnya.

Tantangan Ekonomi
Di negara berkembang seperti Indonesia ini, naik turunnya tingkat inflasi akan amat sangat berdampak bagi tinggi rendahnya pengangguran di Indonesia. Ini dikarenakan, jika harga-harga barang kebutuhan naik, maka permintaan terhadap barang-barang tersebut akan turun, dan akan mengakibatkan berkurangnya jumlah produksi serta mengurangi pendapatan dari perusahaan, dan biasanya untuk menutupi kerugian di perusahaan, para pemilik perusahaan akan melakukan tindakan Pemutusan Hubungan Kerja alias PHK kepada sejumlah karyawannya. Biasanya PHK di berikan kepada karyawan yang produktifitasnya rendah. Sedangkan bagi karyawan yang memiliki produktifitas dan loyalitas yang tinggi kepada perusahaan, kemungkinan besar akan tetap dipertahankan. Nah disinilah tantangan yang perlu kita hadapi yang disebabkan oleh kacaunya perekonomian disebuah negara. Jika kita ternasuk dalam kategori yang tidak di PHK, maka bersyukur lah kita dan sebaiknya hal tersebut dijadikan motivasi untuk lebih profesional dan produktif lagi dalam memajukan perusahaan tempat kita bekerja. Sedangkan jika kita termasuk kedalam golongan orang-orang yang di PHK, ada baiknya kita berintrospeksi diri,dan merenungkan mengapa kita menjadi salah satu bagian dari orang yang terkena PHK. Akan tetapi jika kita memang SDM yang berkualitas seharusnya kita tidak terlalu lama bersedih, karena waktu itu terus berputar dan perut itu membutuhkan sesuap nasi agar otak kita mampu berfikir lebih jernih. Jadi jika kita harus bangkit dan mencari solusi, disinilah potensi diri kita di ukur. Sejauh mana kita bisa bertahan dengan keadaan ekonomi yang kacau  balau tersebut.

Tantangan Pemerintah
Jika dilihat dari sistim pemerintahaan kita yang menganut sistim presidensil, alias dimana kekuasan suatu negara dipegang penuh oleh presiden. Tantangan berat itu terletak pada kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh pemerintah. Misalnya saja, jika kita ingin melamar menjadi Calon PNS (Pegawai Negeri Sipil) disalah satu department pemerintah, banyaknya syarat & test seleksi yang diajukan amat sangat rumit, mulai dari seleksi administrasi yang ketat, test kesehatan, tes psikotest, tes wawasan, dan biasanya tinggi badan pun tak luput dari seleksi tersebut, ini memeang akan menjadi boomerang bagi mereka yang tidak biasa berepot-repot mengurus berkas-berkas administrasi yang begitu ruwet, akan tetapi, tanpa kita sadari, pada saat itulah kita bisa mengukur sejauh mana kemampuan kita dalam menghadapi dan melakoni sebegitu banyaknya test dan persyaratan yang diajukan.
Bagi kalian yang terbiasa bersusah-susah dan mempunyai jiwa optimis yang tinggi, maka berbangga hati lah kalian, karena biasanya orang-orang yang seperti itulah yang akan lolos seleksi dengan predikat “jujur”. Akan tetapi, sebaliknya, jika kalian termasuk orang yang ingin gampangnya aja, alias ambil jalan pintas, maka bersiap-siaplah mendapat gelar “calon koruptor”, mengapa demikian ?? karena biasanya orang-orang yang seperti itulah yang akan membawa bangsa ini kedalam jurang kehancuran.

Jadi ada baiknya kalau kita menghadapi segala macam tantangan dengan jiwa optimistis dan profesional. karena hanya dengan sifat itulah kita mampu bersaing dengan segala macam tantangan yang menghalangi jalan kita dalam mencapai kesuksesan yang ingin kita capai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar