Wikipedia

Hasil penelusuran

Jumat, 08 November 2013

Aku, Waria, Mantan Pecandu dan Tuhan

sesak dada ini
benar-benar sesak dada ini
setelah kubaca catatan harian bersama ini tiga kali
dengan hati, dengan hati-hati

seperti sepuluh tangan telah menampar aku berkali-kali
perih…sungguh perih
tapi entah senyumku hanya mampu mengembang dengan rapi
setiap kali tamparan keras itu bersentuhan dengan pipi

jurus, mantra atau jampi-jampi apa yang telah digunakan dalam catatan penuh sihir ini
seakan-akan membangunkan aku dari mati suri
mimpi hidup dalam alam yang kubangun sendiri
kerajaan paling sempurna, kerajaan yang tidak pernah kalah

aku mengatur sesenggukan dengan not-not yang sudah tak lagi beraturan
aku hanya ingin suara tangisku tak didengar orang
walau beberapa pasang mata sudah menatapku setengah bingung
karena sedihku tak kunjung turun menurun

tidak pernah kukenali siapa yang menyimpan catatan ini
karena dari sampulnya hanya bertuliskan catatan persahabatan kami
aku, waria, mantan pecandu merindu Tuhan
mungkinkah ketinggalan atau memang sang pemilik meninggalkannya untuk pelajaran

aku memperbaiki kerudung panjang yang sudah lima tahun menjadi sahabatku
sahabat yang tidak pernah mengingatkan aku tentang pentingnya bersifat malu
aku hanya dipenuhi dengan kebanggaan karena dia sahabatku
yang menutup auratku, tidak lebih dari itu

aku membenci keakuanku

ketika dulu kupilih sahabat yang harus sama seperti aku
saat aku memberi aturan yang jadi sahabatku harus punya nilai lebih dari aku
tidak mau peduli dengan mereka yang tidak punya ilmu
dan najis jika harus bersahabat dengan homo, waria, perlacur apalagi mantan pecandu

sadarku menatapku
mencemooh kesombonganku
menyumpahi sok suciku
melaknati keberadaanku

ampunku berlutut
maafku bersujud
maluku berkata
sadarku berbicara

sahabat bukan hanya kepentingan
sahabat bukan karena aku bisa dapat keuntungan
tapi sahabat adalah berbagi
dan sahaabt adalah pengingat jika kelalaian menyelimuti diri

kembali kurapikan kerudung yang ikut malu menjadi bersahabat dengan aku
kemudian mendekatiku dengan wajah yang begitu ragu

kau sudah terlena sahabatku atas kesempurnaan yang kau miliki
dan kau hanya menjadikan aku sebagai sampah yang tidak punya arti
seharusnya kau sedikit tahu diri
bahwa dari dulu aku tak ingin bersahaabt dengan manusia yang tidak punya hati

maafkan aku kerudungku
beri aku kesempatan untuk menata kembali niatku

karena aku bukan manusia jika aku tidak berubah
karena aku bukan manusia jika tidak memperbaiki yang salah

SELESAI…

Selasa, 22 Oktober 2013

Berawal dari "POS RONDA"

Ada suatu keresahan yang timbul di benak gue, ketika beberapa waktu lalu gue liat dengan mata kepala gue sendiri ada sebotol “MIRAS” alias Minuman Keras berdiri dengan tegaknya di sebuah pos ronda sekitar lingkungan rumah gue, dan itu terjadi pas siang hari, kira-kira menurut kalian pantes nggak siii, sebuah pos ronda yang seharusnya menjadi tempat buat menjaga keamanan lingkungan sekitar, eehh... malah digunakan buat tempat barang-barang yang nantinya bisa memicu keributan di lingkungan sekitar, dan parahnya lagi itu terjadi pas “siang hari”, waktu dimana banyak nya warga sekitar yang lalu-lalang lewat depan pos ronda tersebut, mulai dari ibu-ibu, anak-anak SMA, SMP, sampe pelajar SD.

Waktu itu rasanya gue mau langsung aja “ngerubuhin” pos ronda, biar gak digunakan buat tempat naro barang-barang haram tersebut, tapi gue mikir panjang juga sii, kalo pos rondanya gue rubuhin, Pertama, nanti gak akan ada lagi “basecamp” buat warga baik-baik yang dapet giliran ronda malam, Kedua, gue bisa langsung kena omelan sama Pak RT setempat, dan akan berdampak pada kesulitan gue nantinya buat perpanjang KTP, hehehe, Ketiga, kalo sampe Pak RT ngadu ke Orang Tua gue, maka tamat lah sudah riwayat gue, hiks..hiks..hiks..

Maka dari itu gue mengurungkan niat buat ngerobohin itu pos ronda, tapi bukan berarti gue diem gitu aja, pas dirumah gue cerita sama Babe gue tentang apa yang udah gue liat di pos ronda, tau nggak respons Babe gue setelah denger cerita gue ??? Beliau bilang “Kalo gitu besok biar babe yang bilang sama kordinator warga sini”, legaaa banget dapat jawaban yang positif dari Babe, hilang sudah semua kekhawatiran yang hinggap di kepala, denger-denger sii kata Babe gue di pos ronda itu emang sering banget yang suka pada “teller”, udah beberapa kali ditegur sama warga sekitar, tapi tetep aja mereka nggak kapok-kapok.

Well...  keesokan harinya gue pulang lewat jalan yang kemarin,dan gue udah gak menemukan lagi botol minuman haram tersebut di pos ronda. Sumringah lah gue saat itu, batin gue, kayanya Babe gue yang paling ganteng sukses neh “ngelobby” Pak RT nya, hehehe. Sampai di rumah buru-buru gue samperin Babe dan langsung tanya ke beliau “Kaya nya kemaren sukses yaa Be, laporan ke Pak RT nya???” terus beliau jawab “Nggak bisa dibilang sukses juga”, “hah??!!! maksudnya gimana Be ???, “sempet terjadi ketegangan juga, waktu pak morinho (kordinator warga di lingkungan gue) minta pos ronda ditutup aja, karena memang udah sering banget ditemukan botol bekas minuman keras disekitar pos ronda, tapi pak RT tetep ngotot pos ronda nggak boleh ditutup, karena itu fasilitas warga buat yang dapet giliran ronda malam”, “terus akhirnya gimana Be ???” tanya gue yang masih KEPO, “Yaudah, akhirnya diambil jalan tengahnya, pos ronda masih diizinkan berdiri, tapi dengan syarat, harus dijaga kebersihan dan kenyamanannya, terus kalau terjadi sesuatu yang bisa menggangu keamanan warga, pos ronda nya bakal dipindah, plus hansip-hansip yang biasa pada mangkal disitu bakal dilaporin ke pihak berwajib, kalau kedapatan membiarkan orang-orang yang “teller” tersebut membuang botol-botol minuman keras tersebut disekitar pos ronda, dan lingkungan sekitar RT sini”. Begitulah penjelasan dari Babe gue.

Gue yakin kalian juga pasti ngerasa kesel dan nggak puas sama jawaban yang disampaikan sama babe, tapi mau bagaimana lagi, Usut punya usut, Pak RT di lingkungan rumah gue itu nggak berani merobohkan pos ronda itu, karena pos ronda itu udah di “backup” sama salah satu Forum yang terkenal seantero Jakarta, selain itu dia sempet ngejelasin juga kalo pos ronda itu, udah bukan daerah kewenanggannya lagi, mengingat letak pos ronda itu emang di perbatasan antara RT tempat gue tinggal sama RT lainnya, (gak cuman negara doang kan yang punya perbatasan, RT juga ada dong daerah perbatasannya, hehehe).
Walaupun Pak RT udah ngejelasin alasan-alasan kenapa dia gak bisa ngerobohin itu pos ronda, dan berjanji akan menindak tegas jika ada yang dengan sengaja membuang botol–botol MIRAS disekitar pos ronda, tapi tetep aja gue ngerasa belum puas sama alasan-alasannya. Harusnya sebagai pemimpin yang terpilih beliau bisa bertindak tegas, dan berani melawan orang-orang yang mem-”Backup” pos ronda tersebut, sekalipun mereka berasal dari Forum besar yang terkenal.

Nah... karena pengalaman di lingkungan sekitar rumah gue itulah, gue berminat banget ikutan Training Of Traineers Gerakan Nasional Anti Miras #TOTGeNAM Batch II yang diadain di Rumah Damai milik Uni Fahira Idris yang sekaligus Founder dari Gerakan Nasional Anti Miras. Awalnya gue juga nggak tahu kalo ada komunitas semacam ini, tapi berkat informasi dari salah satu dosen di kampus gue, akhirnya gue ikutan jadi Pejuang Anti Miras (sebutan buat relawan anti miras). Banyak banget dehh pengalaman + pengetahuan yang di dapet dari #TOTGeNAM ini, gue juga jadi makin “SEMANGAT” buat mensosialisasikan GeNAM, biar para generasi muda Indonesia mampu membangun Negara kita ini dengan Jiwa yang bebas MIRAS & MINOL...

Okee,, berharap banget artikel yang gue tulis ini bisa bermanfaat buat kalian para pembaca, meskipun hanya sekedar berbagi pengalaman, hehehe... tentunya kritik & opini kalian amat sangat gue harapkan, agar untuk kedepannya artikel yang akan gue tulis selanjutnya akan jauh lebih baik lagi dari yang sekarang, terimakasih atas waktu kalian.... J (‘o’v)


@windakartika_

Senin, 14 Oktober 2013

virus "SNSMNBB"

Amat sangat sulit untuk memulai, tapi kalau sudah ketemu celahnya, wuuiiihh gak bakal bisa berhenti dehh, nah lohh !!! ada yang bisa tebak ??? Jawabannya bukan makanan, bukan minuman, bukan juga suatu tempat, apalagi nama orang. Ini semacam “virus” yang bisa menimpa siapa saja, tetapi bukan berarti nggak bisa disemubuhin, obatnya nggak dijual di apotik, di RS ternama, bukan juga di dukun beranak, apalagi di warung tegal, hehehe...

Namanya virus “Susah Nulis Sekali Mulai Nggak Bisa Berhenti” panjang yaa namanya, maklumlah virus ini bukan kaya virus penyakit pada umumnya, yang penangkalnya kudu di import segala dari luar, bisa dibilang virus SNSMNBB ini termasuk virus lokal, yang cuman ada di Indonesia, hehehe... penangkalnya juga gak perlu import-import segala, cukup bawa korban ke perpustakaan/toko buku terdekat, biarkan ia mencari ide sesuai dengan keinginannya, setelah itu sediakan sarana & prasarana yang dibutuhkan, lalu tinggalkan ia sendiri dan biarkan ia bereksplorasi dengan “ide-ide” yang didapatnya, setelah itu beres deh...

Tapi kita juga harus tahu ciri-ciri orang yang mulai terserang virus ini, agar kita tidak tertular dan bisa melakukan pertolongan pertama pada orang yang terserang virus SNSMNBB ini, ciri-ciri yang ditimbulkan oleh korban adalah :

Pertama, dia akan selalu menghindar jika diberi tugas yang ada sangkut pautnya dengan hal-hal yang berbau “tulisan & ide”, berbagai macam alasan akan dia utarakan untuk menghindar dari tugas mematikan tersebut, mulai dari “sorry yaa, listrik dirumah mati, jadi gak sempet ngetik”. Atau “pas gue baru mau nulis, pulpen gue abis, mau beli ditoko deket rumah, tokonya abis kena puting beliung”, sampe “lagi laper nehh, makanya kehabisan ide buat nulis, traktir dulu deh biar idenya langsung ngalir”, (berhati-hatilah jika berhadapan dengan orang seperti ini, karena kemungkinan besar akan membuat dompet anda terserang KanKer stadium 4, hehehe...).

Kedua, orang tersebut akan berusaha untuk melakukan pengalihan tugas ke orang lain, dan biasanya disertai sanjungan berlebihan yang dialamatkan kepada orang yang dituju, dengan harapan untuk kesuksesan pengalihan tugas tersebut, kalimat-kalimat “klasik” yang sering diucapkan misalnya “Bro/Sist, gimana kalo lo yang ngerjain “paper” gue, secara lo kan orang paling cerdas seantero Jabodetabek, kapasitas kosakata lo juga udah ngelebihin “mbah guugel”  gue yakin banget deh, kerjakaan kaya gini mah sejam juga kelar kalo lo yang ngerjain, okee”.
Atau dengan kalimat-kalimat memelas, dengan harapan orang yang dituju merasa iba padanya, example :
Korban         : “gue kayanya bakal dikasih nilai F di matkul ini,”
Sasaran       : “emang kenapa bro??? Kok bisa??”,
Korban         :“iya gue gak ada waktu buat ngerjain tugas mengarang seribu kata
                     dari dosen itu, maklumlah pagi-pagi aja gue udah sibuk nyabutin
                     rumput di pekarangan pake pinset, belom lagi harus nyiapin sarapan
                     buat sapi-sapi dihalaman belakang, pulang kampus gue udah harus           
                     ngepelin jalan raya buat dipake balap liar, yaahhh mau gimana lagi,
                     namanya juga nasib”, (sambil pasang muka pasrah, mata berkaca-kaca)
Sasaran       : “lo kasian banget yaa, yaudah gimana kalo tugasnya biar gue aja
                      yang ngerjain, biar beban lo berkurang,”
Korban         : “beneran lo mo bantu  gue ???” (pasang tampang terkejut berasa
                       ketiban harta karun)
Sasaran       : “iyaa, gue serius kok, gue kasian sama lo”.
Korban         : “ya ampun lo manusia paling baik yang pernah gue temuin di dunia
                       ini, thanks banget yaa, gue gak akan pernah lupain jasa-jasa lo,
                       gue bakal anggep lo sebagai pahlawan tanpa tanda jasa buat gue”,
                      (lohh...!!!)

Waspadalah jika anda bertemu dengan orang yang mempunyai gelagat seperti diatas, bisa-bisa anda menjadi sasaran empuk bagi mereka yang terserang virus, jadi... waspadalah... waspadalah... waspadalah... hehehehe

Ketiga,  ciri-ciri terakhir orang yang terjangkit virus ini adalah, ia akan terlihat putus asa, dan mulai berusaha mencari wangsit dengan berbagai macam cara, mulai dari puasa 30 hari (yang satu ini bisa memberikan efek bahagia buat si dompet, hehehe), menghindari keramaian dengan cara bersemedi dikaki gunung, hingga mengunjungi tempat keramat sarang ilmu pengetahuan, (dimana lagi kalau bukan di perpustakaan, hehehe...).

Setelah menempuh berbagai macam cara, dan melewatinya dengan bercucuran keringat plus air mata, sampailah ia pada titik dimana munculnya suatu “ide” sebagai bahan untuk ia mengerjakan ‘’tulisannya”, nah kalau sudah sampai pada titik ini, biasanya korban tidak akan ingat apa-apa, yang ia kerjakan hanyalah fokus pada tulisan yang ia kerjakan, ia akan merasa bahwa dunia ini cuman dia yang memiliki, yang lainnya cuman ngontrak... mulai tidak peduli dengan lingkungan sekitar sampai-sampai gak ngerasa kalo udah 3 hari 2 malem mantengin laptop,nggak mandi berhari-hari, gak tidur-tidur sampai ngalahin orang yang lagi ronda, tampang udah kaya zombie, badan tinggal tulang dan kulit, mulai terserang amnesia stadium awal (udah mulai lupa hari, tanggal, bahkan lupa kalo harus ngampus,ckckck....)


Apa anda pernah bertemu dengan orang yang mempunyai ciri-ciri seperti itu ??? atau mungkin, malah anda salah satu korban yang terserang virus tersebut ???, saran saya sebaiknya anda segera periksakan diri ke dokter terdekat, dan tanyakan padanya toko buku mana yang sedang mengadakan diskon besar-besaran alias “big sale”, jadi anda bisa langsung membeli beberapa buku sebagai sumber ide tulisan anda sekaligus obat penangkal dari virus SNSMSBB , selain itu secara tidak langsung anda telah menyayangi dompet anda, hehehe... semoga bermanfaat dan tetaplah jaga kesehatan dan kondisi fisik serta mental anda, karena “dibalik tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat”, tetapi “di balik ide yang padam virus SNSMNBB akan selalu mengintai...” Wuahahahaha... (‘o’v)

Jumat, 17 Mei 2013

SAKSI BISU “SUMPAH ABADI PARA PEMUDA INDONESIA”



Berdiri diatas tanah seluas 1.284 m , dengan luas bangunan 550 m, Museum Sumpah Pemuda diresmikan pada tanggal 20 Mei 1974. Terletak di Jalan Kramat Nomor 106 Jakarta Pusat, museum ini mempunyai misi untuk membina para generasi muda, setidaknya itu terlihat jelas dari koleksi-koleksi yang ada di dalam museum ini. Mulai dari foto-foto, lukisan, patung-patung para tokoh, teks informasi, beberapa diorama,dan benda-benda koleksi lainnya. Tak banyak orang yang menyadari keberadaan museum tersebut, meskipun banyak orang yang lalu lalang disekitar museum, kalau bukan karena sebuah “Plang” yang bertuliskan “Museum Sumpah Pemuda” tentu tidak banyak orang yang menyadari bahwa didalam bangunan yang lebih mirip dengan rumah tinggal ketimbang sebuah museum tersebut, terdapat saksi bisu perjuangan para pemuda Indonesia dalam menyatukan pandangan untuk memerdekakan Indonesia.

Pemuda, merupakan tonggak utama kemajuan suatu negara, tanpa adanya pemuda yang mampu berjuang untuk memajukan negaranya, maka negara tersebut tidak akan pernah bisa menjadi negara yang maju. Begitupula dengan negara kita tercinta Indonesia, negara yang memiliki beribu-ribu pulau, mulai dari sabang sampai merauke memiliki berbagai macam jenis suku bangsa dan budaya, tapi siapa sangka pada tanggal 28 Oktober 1928 dalam Kongres Pemuda Indonesia ke II seluruh pemuda di tanah air berani mengucap sumpah untuk persatuan negara tercinta Indonesia, yang sekarang dikenal dengan nama “Sumpah Pemuda” yang berisi :

Kami putra dan putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, Tanah Indonesia.
Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, Bangsa Indonesia.
Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.

Berikut teks asli keputusan Kongres Pemuda ke II yang terpasang didinding museum, bersebelahan dengan diorama saat WR. Soepratman memperdengarkan lagu Indonesia Raya menggunakan biolanya.

  
Berseberangan dengan teks keputusan Kongres, ada sebuah diorama berukuran mini, yang menggambarkan suasana saat kongres pemuda dilakukan, ini dia gambarnya :

meskipun ini merupakan diorama kecil yang menggambarkan situasi pada saat Kongres Pemuda Indonesia Ke II berlangsung, namun terlihat jelas bagaimana semangat para putra dan putri indonesia untuk ikut andil dalam kongres pemuda tersebut, mereka sangat antusias untuk bersatu padu menyelaraskan tujuan bersama, yaitu bersatu untuk kemerdekaan dan kemajuan bangsa Indonesia. 


Menuju kehalaman belakang terdapat sebuah monumen yang diberi nama “Monumen Persatuan Pemuda 1928” diresimikan pada tanggal 23 Oktober 1994 oleh Menteri Pemuda dan Olahraga pada saat itu Bapak Hayono Isman. 


 Monumen berbentuk tangan yang mengepal, seolah-olah menggambarkan semangat perjuangan yang tak pernah padam, dibawah nya tertulis isi dari Sumpah Pemuda yang mampu membangkitkan kembali rasa nasionalisme kepada siapapun yang membacanya.



Saat saya mengunjungi museum sumpah pemuda, beberapa waktu yang lalu, saya sempat mengabadikan beberapa tokoh yang ada dalam museum tersebut beserta informasi yang terpasang di masing-masing tokoh tersebut, chek this out ... !!!


Biola yang dipakai oleh WR Supratmant saat memperdengarkan lagu Indonesia Raya di acara Kongres Pemuda Indonesia ke II, yang sekarang menjadi lagu Kebangsaan Indonesia.
WAGE RUDOLF SOEPRATMAN, Lahir di : Purworedjo, Jawa Tengah, 19 Maret 1903.
Pendidikan : Pormal School.
Aktivitas Menjadi Guru Bantu, Pendiri Black & White Jazz Band 1920, Wartawan, Pencipta lagu Indonesia Raya.
Beliau Wafat di : Surabaya, Jawa Timur, 17 Agustus 1938.



MR. SARTONO, Lahir di Wonogiri, 5 Agustus 1900,
Pendidikan : Universitas Leidend. 
Aktivitas : Anggota P.I Nederland, P.I Bandung, Anggota PNI Bandung. 
Beliau Wafat pada tahun : 1968




M. HATTA, Lahir di Bukit Tinggi, 12 Agustus 1902,
Pendidikan : ELS, MULO, PHS, HNS. 
Aktivitas : Anggota JSB, P.I Nederland, P.I Bandung,PNI.
Beliau Wafat pada tanggal : 14 Maret 1980



R. KACA SUNGKANA, Lahir : Pamekasan Madura, 24 Oktober 1908
Pendidikan : Rechts Hooge School di Belanda. 
Aktivitas : Pendiri Jong Indonesia di Bandung, Sekretaris Kongres Pemuda II Tahun 1928




PROF. MR. SOENARYO, Lahir di Madiun Jawa Timur, 28 Agustus 1902,
Pendidikan : Universitas Leiden(Belanda) Desember 1925. 
Aktivitas : Sekretaris II PI di Belanda, Pemimpin Kepanduan NPO, Ketua Federasi Kepanduan "PAPI"
Beliau Wafat pada tanggal : Jakarta, 18 Mei 1997




M.ROCHJANI SOE’OED, Lahir : Jakarta, 1 November 1906
Pendidikan : Rechtschool Jakarta1927
AKTIVITAS : Anggota Jong Java, JIB, Pemuda Kaum Betawi, Panitia Kogres Pemuda II 1928





J LEIMANA, Lahir di AMBON. 
Pendidikan : MULO, STOVIA. 
Aktivitas : Jong Ambon, Anggota Panitia Kongres Pemuda II tahun 1928.











Berkeliling ke Museum Sumpah Pemuda merupakan hal yang paling tepat untuk membangkitkan kembali rasa nasionalisme dalam diri para pemuda Indonesia, sudah seharusnya kita sebagai generasi penerus bangsa mewarisi semangat persatuan antar pemuda, tanpa harus memandang adanya perbedaan ras, suku, atau agama sekalipun. Para pahlawan muda kita telah berjuang sekuat tenaga untuk melahirkan harmoni persatuan bagi putra dan putri Indonesia agar kelak, dimasa mendatang kita para generasi penerus mampu membawa Indonesia menjadi negara yang maju karena semangat dan prestasi para pemudanya dalam membangun negara tercinta Indonesia.. :)
HIDUP PEMUDA INDONESIA .... !!!! :D

* Yang mau beri komentar Monggo.. :D
* Jika anda ingin berdiskusi dan membahas artikel ini, follow @windakartika_



Selasa, 14 Mei 2013

PRAKTIK MARKETING JITU, TAPI... SYARIAH KAH ???


Tuntutan untuk mencapai target keuntungan yang ditujukan kepada para staf marketing didalam sebuah perusahaan, bisa jadi merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi banyaknya praktek marketing yang tidak syar’i dan hanya berorientasi terhadap keuntungan. Banyaknya pandangan masyarakat terhadap keberhasilan dan kesuksesan perusahaan, yang diletakkan dalam posisi dimana perusahaan tersebut memiliki keuntungan/laba yang besar. Maka mau tidak mau para perusahaan melakukan berbagai macam cara agar penjualan meningkat dan dapat menarik banyak investor, meskipun cara tersebut tidak syar’i.

Anggaplah di sebuah negara, ada sebuah perusahaan PT. X yang bergerak dibidang industri parfum, pada quartal pertama tahun 2010 mampu memproduksi 12 kiloliter parfum dan didistribusikan ke seluruh daerah di negara tersebut, dan bahkan diekspor ke negara-negara yang lain, dan meraup laba sekitar Rp.1,5 miliyar setelah pajak, dengan deviden sebanyak itu ada beberapa investor yang tertarik untuk membeli beberapa saham PT. X tersebut akan tetapi dengan syarat pada quartal ke dua tahun 2010 PT. X tersebut dapat menaikkan labanya menjadi Rp. 2 Milyar, hal tersebut tentu akan membuat petinggi perusahaan melakukan berbagai macam cara, agar pada quartal ke dua mampu meraup keuntungan sesuai dengan yang disyaratkan oleh pihak investor tersebut.

Mulai dari bagian SDM yang menambah beberapa tenaga kerja baru, bagian Keuangan yang mengajukan pinjaman dana ke Bank untuk menambah modal, bagian Produksi yang mempersiapkan mesin-mesin baru, sampai bagian Marketing yang menyiapkan strategi baru untuk mencapai target keuntungan yang diisyaratkan. Sesuai dengan judul maka yang akan saya ulas lebih dalam adalah praktik-praktik yang dilakukan oleh bagian marketing untuk mencapai target tersebut.

Strategi baru yang dibuat oleh bagian Marketing PT. X tersebut diantaranya : Pertama, dengan memasang iklan baik itu cetak maupun elektronik, dengan tujuan agar masyarakat lebih mengenal produk yang mereka produksi dan tertarik untuk memiliki produk tersebut, untuk iklan di media elektronik bagian Marketing memutuskan untuk memakai model wanita seksi sebagai bintang iklan sekaligus brand ambassador produk parfum mereka. Kedua, dengan melakukan promosi di tempat-tempat yang strategis seperti department store, pameran fashion, dan memberikan layanan khusus untuk para konsumen yang ingin memesan langsung jenis parfum yang diinginkan melalui website serta jejaring sosial yang dimiliki PT. X tersebut. 

Ketiga, bagian marketing melakukan pertemuan dengan bagian Produksi dan membahas serta mendiskusikan berapa besar biaya yang diperlukan untuk memproduksi satu botol parfum, karena untuk menekan biaya produksi maka bagian Produksi dan bagian Marketing memutuskan untuk mencampur parfum tersebut dengan beberapa liter zat alkohol untuk menghemat biaya produksi, akan tetapi masih tetap dalam batasan kewajaran pemakaian alkohol. Keempat, melakukan undian bagi para konsumen yang berhasil menemukan stiker dibalik kemasan parfum, maka konsumen tersebut berhak mendapatkan makan malam gratis dengan bintang iklan parfum tersebut, lelaki mana coba yang tidak tergoda ??? hehehe...

Setelah merancang strategi selama beberapa hari, maka semua rencana tersebut diluncurkan, mulai dari pembuatan iklan dengan slogan “karena cowok suka yang  mini, maka yang ini isinya pun mini”, sampai membuat undian dibalik kemasan parfum tersebut, target Quartal kedua pun tiba, dan apa yang terjadi ??? dengan slogan dan undian yang dibuat oleh bagian Marketing, PT. X pun meraup keuntungan sebesar Rp. 2,5 Milyar, tentu lebih besar dari yang ditargetkan oleh para calon investor, alhasil mereka pun berhasil meyakinkan dan membuat para investor membeli saham PT. X.

Berhasil, memang strategi yang dibuat oleh bagian Marketing tersebut ampuh meningkatkan penjualan dan mampu meraup laba yang disyaratkan oleh para investor, akan tetapi suatu pertanyaan muncul “apakah marketing tersebut termasuk kedalam marketing syariah ??” “tentu saja tidak”, “lalu, bagaimana marketing yang seharusnya dilakukan oleh PT. X tersebut agar termasuk kedalam golongan marketing syariah ??”.
Menurut pemahaman saya marketing syariah merupakan marketing yang berorientasi kepada Yang Maha Kuasa (tapi bukan pula marketing spiritual), dan bukan berorientasi kepada keuntungan semata.

Seharusnya marketing yang dibuat oleh PT.X tersebut mampu membuat para konsumen membeli/memiliki produk parfum karena keikhlasan para konsumen untuk menggunakan parfum tersebut untuk memperbanyakan kebaikan dan kedekatkan mereka kepada Yang Maha Kuasa, adapun beberapa strategi marketing yang jauh lebih baik dilakukan oleh PT.X tersebut (untuk meningkatkan keuntungan) ketimbang dengan strategi yang diatas. Pertama, membuat & memasang iklan memang sangat diperlukan baik itu cetak maupun elektronik, akan tetapi isi dari iklan khususnya yang melalui media elektronik, tersebut seharusnya lebih cerdas, yang awalnya menggunakan model wanita seksi dengan adegan yang menggoda, kenapa tidak mencoba tokoh masyarakat yang memiliki “image” dan kepribadian yang baik serta dikenal masyarakat luas sebagai brand ambassadornya, dan menggunakan adegan sehari-hari misalnya saja, model iklan tersebut seorang kakek-kakek tua yang akan melaksanakan sholat juma’t, sebelum kakek-kakek tersebut berangkat, kakek tersebut mengenakan parfum itu, dan saat akan melangkahkan kaki menuju masjid, kakek tersebut berkata “karena harumnya surga akan selalu terasa, ketika engkau mendekatkan diri pada-Nya”, selain itu slogan parfum yang awalnya hanya berorientasi kepada para kaum adam dengan menggunakan kata-kata “mini”, diganti dengan kalimat,”surga”, maka orientasi parfum tersebut akan mampu mencakup ke semua kalangan.

Kedua,tempat promosi produk yang awalnya di department store, pameran fashion, memang sudah cukup baik, akan tetapi tidak ada salahnya jika kita menambah tempat promosi seperti di tempat-tempat ibadah. Ketiga, dalam pembuatan produk parfum tersebut seharusnya tidak ada yang dirubah, baik itu komposisi bahan yang digunakan untuk membuat produk, ataupun takaran bahan campurannya, menurut saya yang harus dilakukan oleh bagian Marketing PT. X tersebut adalah dengan mengubah bentuk kemasan parfum, yang awalnya mungkin bentuknya balok panjang, diubah dengan model tabung yang ditambah dengan ukiran dibagian luarnya, agar tetap menarik konsumen meskipun ukuran kemasan parfum tersebut berbeda dari yang sebelumnya.

Keempat, pengadaan undian-undian tersebut memang terbukti ampuh menarik minat masyarakat untuk membeli produk yang menawarkan berbagai macam hadiah yang menarik, mulai dari barang elektronik, berangkat umroh/haji, sampai bertemu dengan model iklan produk tersebut. Akan tetapi, sangat disayangkan hal tersebut tentulah tidak syariah karena menjanjikan sesuatu yang belum pasti didapat oleh konsumen. Sebaiknya, undian tersebut diganti dengan cara yang lebih baik, misalnya saja saat konsumen membeli parfum kemasan ukuran 150ml akan mendapatakan nota pembelian parfum tersebut, dan jika konsumen telah mengumpulkan 5 nota pembelian parfum, maka konsumen bisa menukarkan nota tersebut ke toko tempat pembelian parfum tersebut, dan langsung mendapatkan gratis satu parfum dengan aroma yang sama kemasan ukuran 75ml tanpa diundi, menurut saya itu jauh lebih baik ketimbang melakukan pengundian, dan membuat konsumen terlalu berharap dan melupakan Yang Maha Pemberi Ketetapan.

Dengan praktik marketing yang jauh lebih syariahpun, perusahaan akan mampu meraup keuntungan/laba yang diinginkan, tanpa harus merugikan pihak-pihak yang lain, terutama para konsumennya. Jadi ada baiknya jika kita semua mulai mencoba praktik marketing syariah, dan melakukan sistem perdagangan yang sesuai dengan syariat yang telah ditetapkan oleh-Nya. Untuk mencapai pemerataan kemakmuran yang adil, sejahtera, dan berkah. Amin... Sekian & Terimakasih.. :)

*jika kalian ingin berdiskusi mengenai artikel ini, kunjungi saya
Twitter : @windakartika_  Facebook : Winda Kartikarini 

Selasa, 16 April 2013

Strategi Pemasaran yang diterapkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Janelle Brarlow dan Diana Maul dalam buku mereka Emotional Value: Crreating Strong Brand with Your Customer mengatakan bahwa banyak pelanggan pada saat ini tidak lagi terlalu memperhatiakan sebuah service atau nilai produknya, tetapi sebuah nilai tambah secara emosional antara penjual dan pembeli.

Sikap jujur adalah inti dari nilai tambah dan pengalaman lebih yang akan ditawarkan. Sebaik apapun value yang ditawarkan akan tetapi tidak dibarengi kejujuran akan menjadi sia-sia. Muhammad, sebelum memulai kariernya sebagai seorang pengusaha, beliau telah lama dikenal sebagai seorang yang terpercaya oleh semua orang Sikap tersebut selalu melekat hingga beliau berbisnis. Sikap jujur yang menjadi dasar kegiatan dan ucapan beliau secara otomatis membuahkan kepercayaan jangka panjang dari semua orang yang bertransaksi kepada beliau (long term relationship based on trust). Sikap jujur adalah kunci utama dari kepercayaan pelanggan bukanlah sesuatu yang diciptakan, tetapi kepercayaan adalah sesuatu yang dilahirkan.

Dalam strategi bisnisnya Muhammad selalu menekankan pada sikap profesionalisme dalam pekerjaan, the righ man on the righ job menjadi inti dalam sikap professional. Sikap ini menjauhkan dari sifat malas, tidak mau berusaha dan hannya menerima tanpa ada usaha untuk menuju kearah yang lebih baik.
Profesionalisme seseorang terlihat dari kematangan dan kemampuan skill yang dimiliki dalam menjalankan sebuah usaha. Nabi Muhammad bersabda, “Apabila amanat disia-siakan, maka tunggulah kehancurannya, berkata seseorang: bagaiman caranya menyia-nyiakan amanat ya rasulullah? Bersabda rasulullah: apabila diserahkan pekerjaan pada yang bukan ahlinya maka tunggulah masa kehancuran”(HR. Bukhari)
Muhammad bersabda, “yang terbaik diantara kalian adalah yang tidak mengabaikan dunia demi mengejar akhirat, atau mengejar akhirat demi mengehar dunia ini dan tidak menjadi beban bagi orang lain”. Penekanan pada “tidak menjadi beban untuk orang lain” memicu sikap untuk terus berusaha mengejar cita-cita atau target yang diinginkan, akan tetapi perlu diperhatikan bahwa dalam melakukan usaha haruslah dibarengi dengan sikap profesioanal atau disertai dengan skill sesuai dengan bidang masing-masing. Sehingga dalam menjalankan sebuah usaha seseorang akan lebih terarah, efektif, dan efisien.

silaturahim pada dasarnya adalah formula untuk menjaga hubungan baik sesama manusia,lingkungan, makhluk hidup yang lain, dan tentu tidak kalah pentingnya hubungan manusia dengan Tuhannya. Silaturahim mampu membuat kita membentuk komunikasi dua arah dan pada akhirnya akan mampu mengetahui dan memahami apa-apa yang menjadi kebutuhan pelanggan.
Selain itu akan memudahkan kita dalam melakukan kegiatan usah karena pada dasarnya silaturahim juga merupaka upaya membangun link dan networking yang bisa bekerjasama dalam menjalankan usaha.
Good-will relationship management (GRM) parameter yang dijadikan untuk mengukur konsumen adalah mengacu pada jaringan silaturahim yang mereka miliki berbeda dengan Customer Relationship Manajement (CRM) dimana profitabilitas dijadikan parameter untuk mengukur konsumen sehingga memungkinkan akan adanya konsumen yang tereliminasi karena kendala faktor kapital. Dengan penerapan GRM tidak akan ada konsumen yang tersisihkan hanya karena faktor kapital.
Philip Kotler dalam bukunya, Manajemen Pemasaran, Analisis, Perencanaan, Implementasi Dan Pengendalian, menulikan bahwa ada tahap-tahap tertentu terjadi kesalahan pembelian. Kesalahan dalam hal ini mengacu pada ketidakpuasan pascapembelian yang mungkin akan muncul adanya rasa kekecewaan konsumen yang berujung rusaknya integritas perusahaan. Dengan adanya silaturahim mampu memperkecil kemungkinan kejadian tersebut terjadi karena terjadi hubungan yang baik antara pemasar dan konsumen atau pelanggan.

terkadang setelah mendapatkan kesetiaan pelanggan, sebuah perusahaan cendrung memanfaatkan kesetiaan tersebut untuk memperoleh keuntungan yang lebuh banyak. Contoh kecil kita lihat banyaknya bank-bank di Indonesia yang mengeluarkan kartu kredit tanpa menghiraukan seruan Bank Indonesia tentang pembatasan jumlah kartu kredit yang beredar, dilihat dari sisi corporate sesungguhnya ini adalah pembodohan kepada pelanggan walaupun kerangka dasarnya adalah ingin memanjakan pelanggan.
Kemasan yang menarik, undian berhadiah, bonus-bonus, ini adalah senjata untuk menarik dan memprtahankan pelanggan. Faktanya ternyata nihil.
Perusahaan-perusahaan tersebut berdalih dengan cara memudahkan pelanggan bagi sebagian customer malah menjerat kedalam jebakan hutang. Bank-bank atau perusahan tersebut tak pernah memperhatikan ketidaksiapan konsumen yang belum mampu bersikap bijak dalam membelanjakan hartanya konsumen.
Muhammad SAW disisi lain bersabda,” kamu lebih mengetahui duniamu daripada aku.” Hal ini menegaskan, walaupun telah mendapat total trust dari pelanggan, Muhammad tidak pernah menawarkan semua jenis produk atau menjanjikan semua solusi untuk semua orang. Murah hati yang membentuk marketing, itulah salah satu cara Muhammad siapapun dari melakukan sikap pembodohan dan pemanfaatan.

Menghadapi "Tantangan Sosial"


Ada  berbagai macam tantangan sosial yang sering kita hadapi dalam lingkungan Manajemen Sumber Daya Manusia, diantaranya :
Tantangan Keberagaman SDM
Banyaknya keberagaman yang ada di Indonesia merupakan salah satu tantangan yang mau tidak mau harus dihadapi oleh semua orang, khususnya kita yang ingin menjadi Sumber Daya Manusia yang kompetitif dan berkualitas. Misalnya saja jika kita berada di dalam sebuah tim di suatu perusahaan, dan didalam tim kita tersebut, pastinya masing-masing individu memiliki karakteristik yang berbeda-beda, nah disinilah letak permasalahannya yang harus kita hadapi yaitu, bagaimana membuat kerjasama yang baik, kompak, agar tercapai tujuan yang diahrapkan. Dalam menyikapi perbedaan tersebut tentunya kita harus profesional dalam bertindak. Tidak membeda-bedakan dan harus adil.

 Tantangan Teknologi
Semakin maju dunia ini, maka semakin maju pula teknologi yang diciptakan oleh para ahli  untuk membantu mempermudah pekerjaan manusia. Misalnya saja dalam dunia telekomunikasi, yang dulunya handphone merupakan barang yang langka dan “wah”yang hanya dimiliki oleh orang-orang “berduit”, tapi sekarang mustahil rasanya kalau didalam satu keluarga tak ada yang memiliki handphone. Begitu pula dengan fungsi handphone itu sendiri, yang awalnya diciptakan hanya untuk telepon & mengrim SMS saja, sekarang handphone mulai berevolusi menjadi smartphone yang memiliki lebih banyak fungsi, mulai dari mengirim e-mail, mengerjakan tugas kantor/kuliah, chatting, browsing, sebagai peta, dll. Nah dengan kemajuan teknologi tersebut, mau tidak mau kita harus ikut ambil dalam kemajuan tersebut, jangan sampai kita menjadi orang “gaptek” yang tdak mengerti dengan kecanggihan teknologi yang ada. Misalnya jika kita melamar di sebuah perusahaan . paling tidak kita harus mengetahui dan mempelajari teknologi apa yang digunakan perusahaan tersebut dalam kegiatan operasionalnya.

Tantangan Ekonomi
Di negara berkembang seperti Indonesia ini, naik turunnya tingkat inflasi akan amat sangat berdampak bagi tinggi rendahnya pengangguran di Indonesia. Ini dikarenakan, jika harga-harga barang kebutuhan naik, maka permintaan terhadap barang-barang tersebut akan turun, dan akan mengakibatkan berkurangnya jumlah produksi serta mengurangi pendapatan dari perusahaan, dan biasanya untuk menutupi kerugian di perusahaan, para pemilik perusahaan akan melakukan tindakan Pemutusan Hubungan Kerja alias PHK kepada sejumlah karyawannya. Biasanya PHK di berikan kepada karyawan yang produktifitasnya rendah. Sedangkan bagi karyawan yang memiliki produktifitas dan loyalitas yang tinggi kepada perusahaan, kemungkinan besar akan tetap dipertahankan. Nah disinilah tantangan yang perlu kita hadapi yang disebabkan oleh kacaunya perekonomian disebuah negara. Jika kita ternasuk dalam kategori yang tidak di PHK, maka bersyukur lah kita dan sebaiknya hal tersebut dijadikan motivasi untuk lebih profesional dan produktif lagi dalam memajukan perusahaan tempat kita bekerja. Sedangkan jika kita termasuk kedalam golongan orang-orang yang di PHK, ada baiknya kita berintrospeksi diri,dan merenungkan mengapa kita menjadi salah satu bagian dari orang yang terkena PHK. Akan tetapi jika kita memang SDM yang berkualitas seharusnya kita tidak terlalu lama bersedih, karena waktu itu terus berputar dan perut itu membutuhkan sesuap nasi agar otak kita mampu berfikir lebih jernih. Jadi jika kita harus bangkit dan mencari solusi, disinilah potensi diri kita di ukur. Sejauh mana kita bisa bertahan dengan keadaan ekonomi yang kacau  balau tersebut.

Tantangan Pemerintah
Jika dilihat dari sistim pemerintahaan kita yang menganut sistim presidensil, alias dimana kekuasan suatu negara dipegang penuh oleh presiden. Tantangan berat itu terletak pada kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh pemerintah. Misalnya saja, jika kita ingin melamar menjadi Calon PNS (Pegawai Negeri Sipil) disalah satu department pemerintah, banyaknya syarat & test seleksi yang diajukan amat sangat rumit, mulai dari seleksi administrasi yang ketat, test kesehatan, tes psikotest, tes wawasan, dan biasanya tinggi badan pun tak luput dari seleksi tersebut, ini memeang akan menjadi boomerang bagi mereka yang tidak biasa berepot-repot mengurus berkas-berkas administrasi yang begitu ruwet, akan tetapi, tanpa kita sadari, pada saat itulah kita bisa mengukur sejauh mana kemampuan kita dalam menghadapi dan melakoni sebegitu banyaknya test dan persyaratan yang diajukan.
Bagi kalian yang terbiasa bersusah-susah dan mempunyai jiwa optimis yang tinggi, maka berbangga hati lah kalian, karena biasanya orang-orang yang seperti itulah yang akan lolos seleksi dengan predikat “jujur”. Akan tetapi, sebaliknya, jika kalian termasuk orang yang ingin gampangnya aja, alias ambil jalan pintas, maka bersiap-siaplah mendapat gelar “calon koruptor”, mengapa demikian ?? karena biasanya orang-orang yang seperti itulah yang akan membawa bangsa ini kedalam jurang kehancuran.

Jadi ada baiknya kalau kita menghadapi segala macam tantangan dengan jiwa optimistis dan profesional. karena hanya dengan sifat itulah kita mampu bersaing dengan segala macam tantangan yang menghalangi jalan kita dalam mencapai kesuksesan yang ingin kita capai.

Arti dari rasa "Syukur" & "Kesetiaan"

“Bersyukur” satu kata yang dapat saya ambil dari apa yang saya pelajari hari ini, ternyata dari satu kata tersebut banyak pelajaran yang bisa dipetik dan memacu diri saya untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Terkadang tanpa kita sadari, setiap harinya banyak hal yang selalu kita keluhkan, baik itu dari segi ekonomi, transportasi, pendidikan, lifestyle, dll. Padahal jauh dibelahan bumi yang lain, masih banyak orang-orang yang keadaannya amat sangat memprihatinkan. 

Apa yang telah kita dapati hari ini, patutnya kita syukuri, karena itu menandakan, Sang Maha Kuasa, masih mengizinkan kita untuk menikmati apa yang telah Ia ciptakan. Terkadang kita memang merasa selalu kekurangan, dan tak pernah puas terhadap apa yang telah kita dapatkan, bahkan terkadang kita juga sempat merasa bahwa Yang Maha Kuasa tidak adil kepada kita, padahal sebenarnya kita perlu intropeksi diri, dan menanyakan kepada diri kita sendiri apakah usaha kita telah maksimal untuk mencapai apa yang kita inginkan. Kita juga harus intropeksi diri, apakah kita sudah berbuat baik terhadap lingkungan sekitar atau belum.

Misalnya saja di dalam kehidupan sehari-hari, jika kita menginginkan suatu barang hendaknya kita fikirkan masak-masak, apakah barang tersebut benar-benar dibutuhkan untuk menunjang produktivitas kita atau hanya menunjang gaya hidup dan gengsi semata saja. Mengapa demikian ??? karena, jika barang yang kita beli ternyata tidak berguna banyak bagi kehidupan kita, atau bahkan sampai tak ada gunanya bagi kita, itu sama saja kita telah menghamburkan-hamburkan uang hanya untuk kepuasan kita saja, padahal jika kita menengok ke sekitar kita, masih banyak orang-orang yang dengan bersusaha payah membanting tulang hanya untuk sesuap nasi. Sedangkan kita dengan mudahnya menghambur-hamburkan uang yang telah kita dapatkan hanya untuk memenuhi sifat konsumerisme kita semat.  Harusnya kita bersyukur kepada Sang Maha Pemberi Rizki, atas rizki yang telah diberikan kepada kita, dengan cara berbagi kepada sesama yang membutuhkan. Hal tersebut jauh lebih bermanfaat ketimbang harus menghamburkan uang untuk membeli sesuat yang belum tentu benar-benar kita perlukan.

Selain “bersyukur” ada pelajaran lain yang dapat diambil, yaitu kesetiaan seorang anjing / peliharaan yang lainnya, Terlepas dari pandangan orang-orang bahwa anjing itu najis, haram, kotor, dan yang lainnya, tetapi kesetiaan dan loyalitas seorang anjing terhadap pemiliknya perlulah kita contoh. Misalnya saja, seekor anjing yang telah lama dipelihara dan sudah dianggap sebagai bagian dari anggota keluarga, jika dibuang dipinggir jalan atau ditempat yang jauh sekalipun, anjing itu pasti akan kembali lagi.

Kisah anjing tersebut, sebenarnya dapat direalisasikan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya saja, jika kita mempunyai usaha yang bergerak dalam bidang industri, dan mempekerjakan beberapa karyawan, setidaknya sebagai seorang pemimpin kita harus loyal terhadap bawahan kita, misalnya saja dengan memberikan tunjangan hari raya / bonus kepada karyawan kita yang memiliki prestasi yang dapat membantu  produktivitas dan kemajuan perusahaan. Selain itu dengan memberikan hak-hak para karyawan dan menghargai mereka sebagai partner kerja, dan bukan semata-mata sebagai budak yang diperas tenaganya saja, tanpa memeberikan hak-hak mereka sepenuhnya.